Unit Reskrim Polsek Pesantren Tangkap Dua Pelaku Penganiaya Pengendara Motor

Tribratanews Polresta Kediri — Dua pemuda yakni Ahmad Khusairi (22) asal Desa Gempol Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri dan Febri Indra Yonathan (29) asal Desa Sumbercangkring Kecamatan Gurah, ditangkap Unit Reskrim Polsek Pesantren, Polresta Kediri, Senin (10/2). Kedua pemuda ini diduga melakukan penganiayaan di tempat umum.

 

 

Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi menjelaskan, kejadian penganiayaan tersebut terjadi pada 5 Februari sekitar pukul 03.30 WIB. “Korban adalah Heri Purwanto (20) asal Desa Tiru Lor Kecamatan Gurah,” tuturnya, Selasa (11/2).

 

Sebelum kejadian, korban berboncengan bersama Nanda Ajeng Adema (20) dan Vera Nur Aini (19) asal Kecamatan Gurah. Namun, saat melintas di Jalan Raya Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren Kota Kediri, mereka diberhentikan oleh dua pemuda.

 

Tanpa diketahui, kedua pemuda yang ternyata Ahmad dan Febri, tiba-tiba menganiaya korban. Setelah melakukan penganiayaan, keduanya segera melarikan diri, namun salah satu pelaku dikenali oleh kedua temannya yang saat itu berboncengan dengan korban.

 

AKP Kamsudi mengatakan, merasa jadi korban penganiayaan, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pesantren. “Mendapat laporan tersebut, anggota Unit Reskrik Polsek Pesantren melakukan upaya penyelidikan,” ucapnya.

 

Dari serangkaian penyelidikan, kata AKP Kamsudi, personel Unit Reskrim akhirnya mendapatkan informasi di mana keberadaan pelaku (Ahmad).

 

“Pelaku pertama (Ahmad), ditangkap pada Senin (10/2) sekitar pukul 18.45 WIB, yang saat itu berada di rumahnya,” katanya.

Setelah menangkap Ahmad, lanjutnya, pelaku lainnya (Febri) juga berhasil ditangkap saat berada di salah satu warung sekitar taman Simpang Lima Gumul (SLG). Sementara ini, keduanya masih berada di ruang tahanan Kantor Polsek Pesantren.

 

Ditambahkan, personel Unit Reskrim masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku. “Mereka dikenakan Pasal 170 KUHP tentang tindakan pengeroyokan dengan hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan,” pungkasnya. (res/an).

 

bagikan artikel ini.Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0