Tidak Lengkapi Surat Kendaraan Saat Beroperasi 10 Truk Material Diamankan

Tribratanews Polresta Kediri – Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri dan Satlantas Polresta Kediri menggelar operasi gabungan terhadap truk material tambang galian C di Jalan Raya Banyakan, Kabupaten Kediri, Kamis (29/3/2018). Puluhan kendaraan ditahan dalam operasi ini.

Petugas menghentikan seluruh armada truk pengangkutan material dari lokasi tambang tanah dan batu. Petugas memeriksa dokumen kelengkapan.

Dari hasil pemeriksaan ini diketahui, ada belasan sopir tak membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan surat izin mengemudi atau SIM. Sopir hanya menunjukkam selembar surat keterangan dari CV Multi Tunas Mandiri, sebuah jasa kontraktor asal Kabupaten Nganjuk.

“ Dalam operasi ini total tilang sebanyak 27, barang bukti yang disita yakni 17 STNK dan 10 truck dalam keadaan isi muatan material tanah uruk. 10 truk iamankan di lokasi Terminal Dishub Kabupaten Kediri. Dari 27 truk tersebut semua tidak membawa STNK dan 10 pengemudi diantarannya tidak membawa SIM,” kata AKP M Amirul Hakim, S.IK, Kasatlantas Polresta Kediri.
Selain kelengkapan dokumen berkendara di jalan, sopir juga mengangkut material diatas batas jalan daerah atu kelas tiga yang hanya boleh dilalui kendaraan dengan dimensi delapan ton.

Banyak sopir juga beroperasi disaat jam sekolah antara pukul 06.00 WIB sampai 07.00 WIB. Perbuatan mereka melanggar Peraturan Bupati Kediri Nomor 78 Tahun 2016 tentang jam operasional.

“Dua minggu sebelumnya kami sudah menggelar sosialisasi mengenai jam sekolah dan tonase kendaraan. Kenyataanya masih banyak yang melanggar. Hari ini kita lakukan penindakan,” kata Suradi, selaku Kabid Pengendalian dan Operasional Dishub Kabupaten Kediri.

Diakui Suradi, banyak sopir yang tidak membawa STNK dalam beroperasi. Mereka mengaku, STNK kendaraan berada di tangan YN, dari CV Multi Tunas Mandiri asal Nganjuk. Petugas sedang mencari tahu tentang YN dan alasannya membawa STNK para sopir.

Sementara itu, akibat seringnya dilalui kendaraan melebihan tonase atau dimesni muatan, Jalan Raya Banyakan menuju ke lokasi tambang di Desa Tiron kini hancur. Bahkan, ancaman kerusakan juga terjadi pada jembatan yang dilalui armada truk tambang. (res|aro)

bagikan artikel ini.Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0