STIK Lemdiklat Polri Lakukan Penelitian Strategi Manajemen Media di Polresta Kediri

Tribratanews Polresta Kediri, Pada hari Rabu (10/7) bertempat di Gedung Wiraprata ICC Polresta Kediri  Tim Penelitian dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri melaksanakan kegiatan Audensi dengan anggota Humas Polres dan Polsek serta awak  Media di Polresta Kediri.

 

Hadir dalam acara tersebut Kombes Pol  Drs H.A Azizs Djamaludin SH MH  sebagai Ketua Tim, Kombes Pol Hari Santoso, S.I.K dan AKBP Drs H Samsuri M.M dan Dr. A. Wahyurudhanto, Dosen sekaligus Peneliti STIK di ikuti oleh Humas Polres, Kasi Humas Polsek serta perwakilan media Kediri Raya yang terdiri dari Media Cetak, Online, Radio dan Televisi

 

Kasubag humas Polresta Kediri AKP Kamsudi menerangkan bahwa dalam kegiatan tersebut mengupas tuntas tentang hubungan Kehumasan Polri dengan  Awak Media Kediri Raya guna mengurai permasalahan, kendala serta solusi terutama dalam bidang kehumasan Polri.

 

 

Selain melasakanakan tanya jawab langsung dengan awak media juga diberikan quisener yang di isi oleh anggota humas Polres dan polsek serta awak media Kediri raya guna perbaikan fungsi Kehumasan Polri kedepanya.

 

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, pihaknya dapat meningkatkan kembali kinerja jajaran. Tidak hanya dalam hal pemberitaan, namun juga komunikasi dengan awak media. Semoga ke depannya kinerja kami lebih baik lagi,” kata Kombes Pol  Drs H.A Azizs Djamaludin SH MH

 

Dr. A. Wahyurudhanto, Dosen sekaligus Peneliti STIK  menerangkan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Lembaga Ilmu Kepolisian Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (STIK Lemdiklat) Polri, melakukan

 

“Dengan melakukan penelitian, pihak STIK dapat mengetahui kinerja humas, mulai dari tingkat Polsek sampai Polres. Pasalnya, dengan penelitian tersebut, dapat menjadi masukan bagi pihak Polri, apa saja yang perlu ditingkatkan. Tidak hanya itu, pihak awak media juga bisa memberikan masukan kepada pihak humas untuk memperbaiki strategi media Polri,” ungkapnya.

 

Dari  hasil evaluasi yang dilakukan oleh pihak STIK, hampir 90 persen pemberitaan yang dilakukan oleh Polri, hanya diakses oleh petugas Polri saja. Untuk masyarakat umum, dinilai minat untuk mengakses media Polri masih rendah.

 

“Ini yang menjadi perhatian, jadi ke depannya berita itu tidak hanya berita ceremonial. Tapi benar-benar untuk konsumsi publik,” sahutnya.

 

Sementara itu, dari pihak media juga memberikan masukan berupa ketepatan data serta informasi yang diberikan. Dengan demikian, berita yang ditayangkan benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan. Terlebih lagi mengenai konfirmasi pihak kepolisian, yang menjadi acuan untuk kebenaran suatu berita.

 

Memang tidak dapat dipungkiri, untuk bagian humas, masih kurang diminati oleh beberapa jajaran.Dari hasil evaluasi pihak STIK, selain minat yang masih kurang, sementara ini yang menjadi kepala sub bagian atau kepala bagian, masih diisi oleh petugas senior sehingga ada keterbatasan untuk mengelola pemberitaan.

 

Dr. A. Wahyurudhanto, dosen sekaligus peneliti STIK mengatakan, pihak humas sementara ini memang menjadi ujung utama untuk pemberitaan. Jadi, pengelolaan berita melalui akun media sosial (medsos) atau dalam jaringan (daring), perlu ditingkatkan. “Dari sini kan jadi tahu, sarana prasarana yang perlu ditambah itu apa saja,” pungkasnya. (dik/aro)

 

bagikan artikel ini.Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0