Sony Sandra Akhirnya Divonis Hukuman 9 Tahun Penjara dan Denda Rp250 Juta

Sony Sandra saat mendengarkan vonis hakim
Sony Sandra saat mendengarkan vonis hakim

Tribatanews Polres Kediri Kota – Pengadilan Negeri Kota Kediri akhirnya memvonis  kepada Sony Sandra (63) pelaku persetubuhan pada sejumlah anak dibawah umur dengan hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 4 bulan penjara, Kamis (19/5).

 

Vonis  disampaikan Hakim Ketua Purnomo Amin Tjahjo, dengan didampingi anggota I,  Rahmawati, anggota II Daru Swastika Rini pada pukul 14.40 setelah sebelumnya dibacakan dakwaan keterangan saksi, keterangan terdakwa, tuntutan, pembelaan  penasehat hukum, pertimbangan majelis hakim, kesimpulan unsur -unsur tindak pidana dan vonis yang semua terangkum  setebal kurang lebih 150 halaman.

 

Penetapan vonis karena Sony Sandra dianggap sengaja melakukan atau membujuk anak melakukan persetubuhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat 2 UU RI No 23/2002 tentang perlindungan anak junto pasal 65 ayat 1 KUHP.

 

IMG-20160519-WA0092_resizeHal yang meringankan terdakwa antara lain, status sosial terdakwa, sering sakit-sakitan  dan faktor umur terdakwa dimana saat ini berusia 63 tahun. Vonis hakim ini lebih ringan 4 tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Kota Kediri  yang menuntut 13 tahun penjara dan denda 250 juta.

 

Atas vonis hakim ini baik JPU yang diketuai Teguh Wardjianto menyatakan akan melakukan musyawarah namun berdasarkan hukuman maksimal sesuai pasal 81 ayat 2 UU RI No 23/2002 tentang perlindungan anak junto pasal 65 ayat 1 KUHP sudah mencapai dua pertiga dari tuntutan.

 

 

Penasehat hukum yang diwakili dr Sudiman Sidabuke menyatakan pikir-pikir untuk banding sesuai kesempatan yang diberikan majelis hakim pada kedua belah pihak selama satu minggu.

 

“Fakta is fakta, orang bersalah mesti dihukum iyes, tapi dalam permasalahan ini aturan hukum saya sangat prihatin. Seharusnya kasus ini bisa digabung menjadi satu. Mau dihukum maksimal 15 tahun itu permasalahan lain. Tapi tidak perlu diecer-ecer seperti ini,” kata Sudiman.

 

 

Sebagaimana diketahui kasus ini bermula adanya laporan polisi LP/96/IV/2015 tanggal 16 April 2015 pelapor atas nama ibu korban atas nama SP warga Jagalan Kecamatan Kota Kediri.

 

SP melaporkan adanya korban persetubuhan anak dibawah umur dengan korban masing-masing , AK(15), IY(16), NA (16)

 

Kronologis yang berhasil dihimpun tersangka Sony Sandra, telah melakukan tindak pidana membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau membiarkan di lakukan perbuatan cabul. Mulai bulan Juli 2014 sampai dengan bulan April 2015.

 

Tersangka setiap melakukan persetubuhan selalu mengajak dua korban ke hotel untuk disetubuhi secara bergantian dan kemudian diberikan imbalan sebesar Rp. 400 Ribu rupiah, setiap anak korban, dan dilakukan secara berlanjut.

 

Pasal yang  disangkakan pasal 81 ayat (2) atau pasal 82 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 81 ayat (2) atau pasal 82 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak junto pasal 65 ayat (1) KUHP.

 

Sony sendiri masih akan menghadapi persidangan dengan kasus yang sama di Pengadilan Negeri Kabupten Kediri pada 23 Mei 2016 . Kajaksan Negeri Kabupaten Kediri menuntut terdakwa 14 tahun penjara dan denda 300 juta (res) | Foto – Didik -Humas

 

 

bagikan artikel ini.Share on Facebook8Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0