Sambut Ramadan Polresta Kediri Musnahkan Miras dan Narkoba Hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018

Tribratanews Polresta Kediri – Polresta Kediri menggelar giat pemusnahan barang bukti miras oplosan dan narkoba hasil hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan. Pemusnahan ini juga  merupakan program Polresta Kediri yakni zero tolerance miras, Rabu (16/5).

 

 

Barang bukti  miras yang  dimusnahkan sejumlah 3.340 botol dan 3.285 liter yg terdiri dari miras berbagai merk  sebanyak 2013 botol, miras arjo 1327 botol dan  miras arjo 30 L  sebanyak 39 jerigen.

 

“ Miras yang dimusnahkan ini terdiri dari berbagai merk antara lain  Chivas, whisky, vodka, martel, khuntul, anggur dan lain lain. Sedangkan untuk narkoba yang dimusnahkan yakni  sabu-sabu  seberat  2,28 Gram, double L  14.500 Pil,” kata AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H

 

 

Hadir dalam kegiatan pemusnahan barang bukti ini antara lain Pjs Walikota Kediri Dr. Ir. Jumadi, MMT , Kapolresta Kediri AKBP  Anthon Haryadi, S.I.K, M.H, Danbrigif 16 WY  Kolonel Inf Slamet Riadi, S.I.P , Danyon 521 DY Kediri  Mayor Inf Andi Andriyanto Wibowo, S. Sos . Dandim 0809 Kediri  Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno, S.E, M. Si, Han ,   Kajari Kota Kediri  Dra. Martini, S.H, Ketua DPRD Kota Kediri  H. Kholifi Yunon, S.E. Kadishub, Kasatpol PP Kota Kediri, PJU dan Kapolsek Jajaran Polresta Kediri

 

Selain jajaran Forkopimda turut hadir pula tokoh agama dan tokoh masyarakat. Antara lain  Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Djalil , Romo KH. Abdul Latif Majid  Pengasuh Ponpes  Kedunglo Gus Lik ( KH MD. Thoha Yahya ), H. Sunarto, M. Si ponpes Walibarokah LDII Kediri, KH  M. Anwar Iskandar Pengasuh  Ponpes Al-Amin Ngasinan di Kel. Rejomulyo Kota Kediri

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan , doa dan sambutan Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H

 

“Pemusnahan Barang bukti Miras dan Narkoba kali ini merupakan hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 Polres Kediri kota dalam kurun waktu 2 minggu yg dilanjutkan dg K2YD (Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan) sampai dengan tgl 15 Mei 2018,” kata AKBP Anthon Haryadi.

 

 

Ditambahkan AKBP Anthon jika di ansumsikan 1 botol miras dikonsumsi / diminum oleh 5 orang berarti hasil penyitaan kali ini telah dapat menyelamatkan 16.700 orang peminum miras, yang mana kita semua tahu akan dampak buruk yang ditimbulkan dari minum minuman keras.

 

Dikutip dari  berbagai sumber menyatakan bahwa dampak buruk dari miras dan narkoba, antara lain :

Dampak Miras :

  1. Perubahan perilaku seperti mudah marah, Tidak mampu berfikir logis, Kebingungan, Mudah panik, Daya ingat menurun akibat terganggunya kelancaran fungsi saraf.
  2. Terganggunya jaringan otak dan ritme jantung, radang lambung sehingga mudah kelelahan, Kesulitan tidur dan kemunduran kesadaran.
  3. Paranoid atau ketakutan yang berlebihan yang diikuti dengan perasaan berkhayal atau halusinasi.
  4. Keracunan ketika jaringan tubuh tidak mampu menolak efek panas dan tajam dari kadar alkohol yg ditandai penghuna akan mual, Pusing, Muntah, kulit memerah terasa terbakar. Ini banyak terjadi pada pengguna Miras Oplosan

 

Begitu juga Narkoba, Dampak buruk dari penyalahgunaan narkoba banyak sekali, antara lain :

  1. Gangguan kesehatan pada system syaraf, jantung, pembuluh darah, paru-paru, reproduksi, serta gangguan kesehatan lainnya.
  2. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya.
  3. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu bisa menyebabkan kematian.
  4. Secara Psikologis bisa menyebabkan gangguan jiwa berat bertingkah laku yang brutal yang tidak disadarinya, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri, serta melakukan tindak kejahatan, kekerasan dan pengrusakan.

“Terlebih besuk pagi umat Islam akan melaksanakan ibadah Puasa Ramadhan, kami mengajak kepada semua pihak untuk membantu atau menginformasikan kepada kami apabila ada penjual miras dan peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya, akan segera kami tindak lanjut. Jangan sampai ada kelompok organisasi masyarakat manapun yang melakukan tindakan sendiri dalam memberantas penyakit masyarakat terkait penjual miras ilegal dan Narkoba. Bila perlu bisa langsung hubungi ke No. HP. Kapolres Kediri Kota,” jelas AKBP Anthon.

 

 

Masih disampaikan AKBP Anthon peran  tokoh agama serta tokoh masyarakat dimohon  setiap ada kesempatan dapat memberikan bimbingan dan penyuluhan serta himbauan-himbauan  kepada masyarakat untuk menjauhkan diri dari bahaya miras ataupun narkoba melalui mimbar majlis taklim, masjid-masjid, pertemuan-pertemuan lainnya. Sebab kegiatan seperti ini merupakan upaya yg sangat efektif untuk dapat menekan gangguan Kamtibmas serta tindak pidana lainnya.

 

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara  pemusnahan barang bukti  oleh Walikota Kediri, Kapolresta Kediri, Danbrigif 16 WY, Dandim 0809 Kediri, Ketua DPRD Kota kediri dan Kajari Kota Kediri. (res|aro) Foto : Humas Polresta Kediri


bagikan artikel ini.Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0