Profil Kapolres

AKBP Miko Indrayana

 

Siapa sangka, sebelum menjadi petugas kepolisian, Kapolresta Kediri pernah berjualan minuman di persimpangan jalan. Selain berjualan minuman air mineral, AKBP Miko Indrayana ini sempat menjadi sales, setidaknya dilakukan setelah lulus SMA pada tahun 1997 di Semarang selama satu tahun. Lahir dan besar di Semarang, tidak membuatnya menyerah untuk berusaha memperoleh pekerjaan.

 

Kapolresta kelahiran 16 Nvember 1979 ini, menuntut ilmu mulai SD sampai SMA di Semarang. Alasannya bekerja sebagai penjual minuman cukup sederhana, karena ingin segera bekerja tanpa membani orang tua. Padahal, kedua orang tua saat itu sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau sekarang sering disebut aparatur sipil negara (ASN).

 

Anak pertama dari dua bersaudara ini, mencoba keberuntungannya setelah mendapat informasi pendaftaran anggota baru kepolisian. Tanpa ada paksaan dan tuntutan dari orang tua yang membebaskan memilih pekerjaan sesuai dengan minat, akhirnya Miko memberanikan diri untuk mendaftar. “Alhamdulillah saya lolos dan masuk Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998, lulus tahun 2001,” jelasnya.

 

Miko memilih mendaftar ke Akpol bukan tanpa sebab, dia tidak ingin membebani kedua orangtuannya jika setelah lulus SMA meneruskan ke perguruan tinggi, dan biaya pendidikan saat itu cukup tinggi. Setelah lulus dari Akpol, tugas pertama ditempatkan di Kendari dan terus mendapat tugas di tempat yang baru.

 

Mulai dari Kendari, tugas selanjutnya di Aceh dan selama bertugas tidak pernah mengambil cuti sampai menjabat sebagai Kapolresta Kediri pun demikian. Bahkan, saat akan melangsungkan pernikahan pada tahun 2006, Miko juga tidak mengambil cuti, namun dia yakin semua ada jalan yang terbaik. Setelah melaksanakan tugas di Aceh, Miko mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di PTIK pada tahun 2007.

 

Namun, setelah selasai menempuh pendidikan, ternyata yang menjadi tempat penugasan baru cukup jauh, yaitu di Kalimantan Barat (Kalbar), tepatnya di Polsek Entikong dan menjabat sebagai Kapolsek.

 

Lokasi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia sehingga tugas baru tersebut justru menjadi tantangan. “Di sana (Entikong), sebgaian besar yang melanggar hukum justru warga Negara Malaysia. Mereka sering melakukan pelanggaran seperti datang ke Kalbar untuk merekrut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara illegal,” tuturnya.

 

Selama menjabat di Polsek Entikong, Miko juga berhasil menggagalkan penyelundupan ikan arwana. Tidak tanggung-tanggung, ada 100 ikan arwana golden red yang dibeli per ekor Rp 3 juta, dan dijual kembali di Malaysia per ekor Rp 5 juta. “Selama dua tahun bertugas, memang di perbatasan harus selalu waspada terhadap pelanggaran baik dari warga Negara Indonesia maupun warga Negara Malaysia,” imbuhnya.

 

Setelah dua tahun bertugas, Miko kembali ke Jakarta sebagai pengawas taruna Akpol, namun tidak dalam waktu yang lama tugas baru diterima dan ditempatkan di Jawa Tengah (Jateng). Sebelum menjabat sebagai Kapolresta Kediri, ayah empat anak ini bertugas sebagai Pamen SSDM Polri. Dia mengaku jika bertugas di manapun beban dan tanggungjawab tetap sama.

 

Di Polresta Kediri, untuk menjaga prestasi yang sudah diperoleh, langkah pertama adalah memaksimalkan kinerja dengan membagi tugas dan rencana sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing pejabat. “Prinsipe, wong neng wes aman lan tentrem, ora bakal neko-neko,” ujarnya. (Prinsipnya, kalau orang sudah merasa aman dan tentram, tidak bakalan aneh-aneh)

 

Dia juga mempunyai cara tersendiri untuk menjaga Kamtibmas tetap kondusif, salah satunya mencari kendala dan permasalahan yang ada di desa maupun kelurahan di wilayah hukum Polresta Kediri. Untuk mencapai tujuannya ini, Miko mengingatkan kepada diri sendiri untuk melayani masyarkat dengan baik. “Karena, titah polisi itu mengayomi dan melayani masyarakat,” tuturnya.

 

Saat ditanya mengenai cara untuk terus semangat, ternyata Miko mempunyai hobi berolahraga, hampir semua cabang olahraga dikuasi. “Ya bisa lah, tapi tidak menguasai semua, yang penting menjaga badan supaya tetap bugar,” pungkasnya. (istimewa)