Polresta Kediri Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Operasi Mantap Brata 2019

Tribratanews Polresta Kediri – Apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata 2019 Polresta Kediri  di gelar  lapangan Brimob Jalan Veteran Kota Kediri, Jumat (22/3). Apel gelar pasukan dilaksanakan  rangka pengamamanan  menghadapi pemilu tahun 2019 dengan tema “Tingkatkan Sinergitas TNI-POLRI dengan  Komponen Bangsa Lainnya Guna Mewujudkan Kamdagri yang Kondusif”

 

 

Apel gelar pasukan dipimpin oleh Walikota Kediri H Abdullah Abu Bakar, S.E. Apel diikuti oleh 890 personil  dan undangan  antara lain, Walikota Kediri H Abdullah Abu Bakar, S.E, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H, Dan Brigif Mekanis 16/WY, Dandim /0809 Kediri Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno, S.E, M. Si, Han. Kajari Kota Kediri, Ketua PN Kota Kediri, Kepala BNN Kota Kediri, Danki Brimob, Kasub Den Pom, Kasatpol PP , Kadishub, KPU, Bawaslu , Ketua Parpol, Danramil jajaran, FKUB, Direktur Gudang Garam, Toga, Tomas, pejabatutama, Kapolsek jajaran dan seluruh Perwira Polresta Kediri.

 

 

 

 

Sedangkan untuk pasukan gabungan antara lain 25 SST (890 pers), terdiri dari :

– Polri 12 SSK

– Kodim 0809 Kediri 1 SST

– Brigif 16 WY Kediri 1 SST

– Yon Inf 521 DY Kediri 1 SST

– Sub Den Pom Kediri 1 REGU

– Brimob Kediri 1 SSK

– Bhabinsa 1 SSK

– Bhabinkamtibmas 1 SSK

– Satpol PP Kota Kediri 1 SST

– Dishub Kota Kediri 1 SST

– Satpam PT. Gudang Garam. Tbk 1 SST

– Senkom Kota Kediri 1 SST

– Banser 1 SST

– Linmas 1 SST

– Saka Bhayangkara 1 SST

– Menwa 1 SST

– PKS 1 SST

– K9 1 REGU

 

Dalam sambutannya Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar  membacakan amanat Menko Polhukam, Wiranto didampingi Kapolresta dan Dandim

 

“Hadirin yang saya hormati, Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak yakni 5 (lima) jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan. Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia internasional terkait apakah bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin nasionalnya,” kata Walikota Abdullah Abu Bakar membacakan sambutan Menko Polhukam.

 

Ditambahkan Abdullah Abu Bakar, sukses atau tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu dan DKPP wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang obyektif dan transparan.

 

“Tidak ketinggalan tentunya fungsi dan peran TNIPolri yang berada di luar lingkup penyelenggara Pemilu, akan tetapi sangat menentukan suksesnya keberlangsungan Pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” tambahnya.

 

Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih calon anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia. Melihat konteks pelaksanaan Pemilu tersebut, sedapat mungkin opini kita semua diarahkan bahwa ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang lain atau ajang konflik antara kubu yang satu dengan kubu yang lain.

 

 

Namun sejatinya Pemilu Serentak Tahun 2019 memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin, momen ini harus menjadi ajang unjuk kompetensi, program dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilihnya menjadi pemimpin nasional.

 

“Kita ketahui bersama bahwa terkait penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019 masih terdapat ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraannya. Kita ketahui bersama bahwa Bawaslu dan Polri  telah mengeluarkan Indeks Kerawanan Pemilu,  yang merupakan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan Pemilu disetiap daerah. Pemetaan kerawanan ini meliputi sisi penyelenggaraan dan  sisi keamanan dan  ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh stake holders terkait untuk segera mengenali, menemukan dan menetralisir serta mengatasi hambatanhambatan tersebut,” ungkapnya.

 

 

Masih disampaikan Mas Abu panggilan akrab Abdullah Abu Bakar TNI-Polri selaku institusi yang bertanggungjawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilu Serentak tahun 2019, apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan Prosedur Tetap dan aturan  hukum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya Pemilu Serentak Tahun 2019.

 

Dalam melaksanakan tugas pengamanan penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019, agar seluruh prajurit TNI-Polri yang terlibat mempedomani seluruh prosedur tetap yang berlaku sehingga tindakan-tindakan yang dilakukan senantiasa terukur sesuai aturan hukum. Wujudkan sinergitas antara TNI-Polri dengan penyelenggara Pemilu dan seluruh komponen masyarakat agar setiap permasalahan yang muncul dilapangan dapat dihadapi, dikoordinasikan dan dipecahkan bersama.

 

 

Tidak kalah pentingnya untuk kita pahami, bagi seluruh prajurit TNI-Polri dimanapun bertugas, disamping melaksanakan tugasnya mengamankan penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019, juga harus mampu untuk  mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi sehingga tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu dan berita bohong atau hoax yang beredar dan menimbulkan keresahan.

 

 

“Unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta perangkat pemerintahan pada strata desa/kelurahan sangat menguasai situasi diwilayahnya. Dengan bekal inilah diharapkan saudarasaudara mampu menjaga stabillitas keamanan dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019,” tandasnya

 

 

Dalam sambutan Menko Polhukam yang dibacakan Walikota adalah penekanan untuk dipedomani  bersama dalam melaksanakan tugas pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2019 sebagai berikut :

 

  1. Pahami bahwa tugas pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2019 ini adalah kehormatan dan kebanggaan yang tidak dapat dinilai dengan apapun sekaligus menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan balasan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa bila dilaksanakan dengan tulus ikhlas;

 

  1. Jalin sinergitas antara unsur Pemerintah, TNI-Polri, dan seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan keamanan dan kelancaran pelaksanaan tugas; 3. Segera kenali, cari, temukan dan atasi serta netralisir potensi kerawanan agar tidak berkembang dan menggangu penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019.

 

  1. Tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku tehadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu kelancaran Pemilu Serentak Tahun 2019.

 

 

  1. Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus mampu ikut serta menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan menyebarnya berita-berita hoax serta menguatnya politik identitas yang dapat menggerus disintegrasi bangsa.

 

  1. Inventarisir dan berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta tokoh masyarakat untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman. (res|aro) Foto : Humas Polresta Kediri

 

 

bagikan artikel ini.Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0