Pelajar SD Hingga SMA se Kecamatan Kota Kediri Upacara Pramuka di Lapangan Ngronggo

Tribratanews Polresta Kediri – Para pelajar di Kota Kediri memperingati Hari Pramuka yang jatuh pada hari ini, Selasa (14/8/2018). Peringatan ini juga dilakukan oleh siswa dan siswi di Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri.

Pelajar mengikuti kegiatan upacara dalam rangka hari pramuka. Kegiatan ini berlangsung di lapangan Ngronggo yang di ikuti oleh SD SMP dan SMA se Kecamatan Kota Kediri. Kegiatan pramuka ini mendapatkan pengamanan dari apparat kepolisian.

Dialah Bhabinkamtibmas Kelurahan Ngronggo, Polsek Kota, Polresta Kediri, Aiptu Aris Hadi bersama Bhabinsa Serka Darwis. Petugas dating untuk melaksanakan pam pengamanan upacara yang digelar oleh para pelajar.

Kegiatan yang sama juga dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Mojo Aipda Aris Sunarko menghadiri upacara Hari Pramuka ke 57 di Lapangan SD Mojo.”Situasi upacara Pramuka di Lapangan SD Mojo ini berlangsung aman dan terkendali,” kata Kasie Humas Polsek Mojo, Polresta Kediri, Aiptu Didit.

Tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari Pramuka Indonesia. Tahun ini gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) di Indonesia telah merayakan ulang tahunnya yang ke-57 tahun. Melalui laman resmi Pramuka, sebelum hadir di Indonesia gerakan Pramuka terlebih dahulu dikenal dengan istilah Scouting di Inggris dan diperkenalkan oleh Lord Baden Powell. Scouting lebih dikenal sebagai pembinaan kepada kaum remaja.

Powell nyatanya memiliki pengalaman yang sangat berguna dalam pembinaan remaja tersebut seperti keterampilan brenang, berkemah serta berlayar. Melalui pembinaan ini Powell menulis sebuah buku berjudul ‘Scouting for Boys’. Melalui buku tersebut, pembinaan remaja sejenis itu mulai diadopsi di Indonesia. Bahkan pada tahun 1950-1960 organisasi pembinaan remaja di Indonesia mulai banyak ragamnya.

Lantas Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan tersebut sebagai satu komponen bangsa yang potensial.
Oleh karena itu beliau menyatakan pembubaran segala organisasi kepanduan di Indonesia dan meleburnya menjadi suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan tunggal bernama PRAMUKA. Tugas gerakan ini melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indonesia. (res/an).

bagikan artikel ini.Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0