Menteri Agama RI Beri Kuliah Kebangsaan pada Mahasantri Ponpes Lirboyo

Tribratanews Polresta Kediri – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin hadiri agenda seminar kebangsaan dan Kuliah Umum Ma’ Had Aly Lirboyo di Aula Muktamar Ponpes Lirboyo Kota Kediri. Hadir dalam giat kuliah umum para pengasuh.

 

Diantaranya, KH Anwar Mansyur (Pengasuh Ponpes Lirboyo Kota Kediri), KH kafabihi Mahrus (Ponpes Lirboyo), KH Zamzani (Ponpes Lirboyo), KH An Im Falahudin  Mahrus (Ponpes Lirboyo ), KH Atho’ilah ( Ponpes Lirboyo), Direktur  Kemenag pusat ( Bag Pontren), Plt. Kanwil Kemenag Jatim, Kemenag Kota Kediri (Drs. Mohammad Fachrur Rozi, M.HI).

 

Para Rektor IAIN di Jawa Timur. Diantaranya, IAIN Sunan Ampel Surabaya, Rektor UIN malang, Rektor UIN Tulungagung, Rektor IAIN Kediri, Rektor IAIT Tribakti Kediri beserta Dosen dan para Santri Ma’ Had Aly  Lirboyo, tingkat Mahasantri kurang lebih 1700 orang.

 

 

Acara dibuka oleh KH Anwar Mansur. Kemudian dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Menyanyikan Lagu Yalal Wathon dan pembacaan ayat Suci Alquran

 

Pengasuh Ma’ Had Aly Lirboyo, KH Athoilah Solahudin Anwar mengatakan, tema dalam seminar kebangsaan ini yaitu merajut kebersamaan ditengah kebhinekaan. Tema tersebut diambil karena maraknya paham radikal.

 

“Kami mengharapkan. Bapak Menteri Agama ikut berperan dalam membesarkan dunia pendidikan Islam di ponpes ponpes,” jelasnya.

 

Di Ponpes Lirboyo antara ilmu dan akhlak berdampingan sehingga  di Lirboyo tidak ada paham radikalisme, tidak extrim dan tidak liberal. Lirboyo terbesar santrinya, tapi kita masih ketinggalan dibanding  pondok yg lain seperti contoh Gontor dalam proses pembangunannya karena terkait dana.

 

Selanjutnya adalah Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan oleh Menteri Agama. “Indonesia yg besar ini jumlah penduduk kurang lebih 260 juta penduduk dan menduduki urutan ke 4. Negara kita juga memiliki kepulauan terbesar di dunia. Saya hari ini bersyukur dapat bertemu para santri Ponpes Lirboyo yang mana ini adalah calon calon pemimpin bangsa,” bebernya.

 

Masih katanya, semua orang orang terpilih yang masuk dalam lembaga pendidikan islam yang murni  dalam mendalami ilmu fiqih kebangsaan. Ma’ had Aly sebanyak 35 dan tersebar  di Indonesia di Jatim ada 12.

 

“Kita bersyukur Indonesia dikenal sebagai bangsa yang sangat agamis dan religius. Nilai nilai agama tidak bisa di pisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Negara kita  menempatkan agama secara realistis,” sambungnya.

 

Dalam agama yang mayoritas untuk mengaturnya supaya tidak semena mena maka ada aturan hukum. Di Indonesia kata Lukman, mengenal ada peradilan umum dan militer. Undang undang tidak bisa membatasi kebebasan orang namun harus berdasarkan pertimbangan – pertimbangan, yang pertama moral , keamanan, dan agama.

 

“UUD 1945 itu merupakan  pengaplikasian dari agama Islam,” tutupnya. Acara seminar ini kemudian ditutup ditandai dengan penyerahan cindera mata dan foto bersama. (res/an).

 

bagikan artikel ini.Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0