Jamasan dan Kirab Pusaka Komunitas Garuda Mukha Sambut 1 Suro

Tribratanews Polresta Kediri- Sambut 1 Muharam 1440 H / Tahun Baru Jawa 1952 atau 1 Suro 1940 , Komunitas Garudo Mukho menggelar doa perenungan dan jamasan pusaka serta kirab pusaka.

Kegiatan jamasan dan kirab pusaka yang kental dan syarat budaya Jawa dipimpin Raden Ngabehi Tono Setyo Bimoseno. Kegiatan diawali jamasan pusaka (membersihkan, red) . Ribuan pusaka berupan tosan aji dan keris dilaksanakan mulai pukul 00.00 hingga dini hari , Selasa (11/9).

 

Dalam prosesi ini sesajen sebagai pelengkap jamasan pusaka menjadi hal wajib. Kembang telon menjadi kelengkapan dalam pelaksanaan ritual penjamasan pusaka yang dilaksanakan oleh Komunitas Garuda Mukha.
Berbagai tombak peninggalan berbagai kerajaan juga akan dijamasi. Selain milik Komunitas Garuda Mukha, pusaka masyarakat Kediri juga ikut dititipkan dalam prosesi penjamasan.
Rangkaian bunga melati juga disiapkan, khusus untuk pelengkap jamasan pusaka yang telah dijamasi. Salah satunya pusaka jenis keris dapur naga penganten, kamarogan (hiasan emas full) yang dimiliki oleh Komunitas Garuda Mukha.

Petugas jamasan nampak mempersiapkan pusaka-pusaka yang akan dijamas kemudian diserahkan kepada penjamasnya.

Dalam sambutannya R.Ng Tono Setyo Bimoseno mengaku merasa terpanggil untuk membangkitkan, melindungi dan mengembangan kebudayaan adi luhung bangsa agar selaras dan sejalan dengan perkembangan modernisasi dan teknologi. Tanpa menjadikan suatu bangsa dan negara yang kehilangan jati dirinya.
Berbagai sesuguhan dalam jamasan pusaka ini menambah suasana penjamasan pusaka menjadi sesuatu yan kental dengan mistis. Bau kemenyan dan berbagai hal yang menyertai prosesi jamasan seperti ‘Caos Dhahar’ (memberi suguhan,red) dalam pelaksanaan ritual jamasan pusaka semakin khidmat.

Usai dilakukan penjamasan kemudian pada Selasa pagi (11/9) dilanjutkan kirab pusaka mengelilingi Kota Kediri . Kegiatan dipusatkan di Padepokan Garuda Mukha di Jl. Erlangga no. 22-26 Kec Kota Kediri.
Dalam kirab yang dilakukan terdiri dari susunan barisan peserta kirab yakni mobil patwal Polresta Kediri, ledang, pemercik tirta oleh tiga orang Mangku. Kemudian diteruskan pembawa kemenyan, pembawa songsong janur, Pemangku pemasang sesaji panca desa dan ulung – ulung, pembaca kemenyan, pembawa pusaka , Wayang Mbah Gandrung dan rombongan kesenian lainnya mulai jaranan, reog hingga barong Bali dan kesenian lainnya yang jumlahnya mencapai puluhan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dilanjutkan peniupan sangkakala, pembacaan teks Pancasila , menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya . Doa/pemberkatan air suci oleh Romo Rsi Tunggul Pamenang.

Pelaksanaan dan pemberangkatan Grebeg Suro, Kirab Pusaka dan Seni Budaya diberangkatkan oleh Raden Ngabei Tono Setyo Bimo Seno (Sesepuh Komunitas Garuda Mukha) dengan rute yang dilalui : (Start/finish) Jl. Erlangga – Jl. Joyoboyo – Jl. HOS Cokroaminoto – Jl. Letjen Suprapto – Jl. PK. Bangsa ,

“Ketika rombongan kirab gunungan sedekah bumi hendak finish tepatnya simpang empat Adi Sucipto para warga berebut gunungan tersebut. Kegiatan berjalan lancar dengan pengamanan dari anggota Polsek Kediri Kota,” kata AKP Suyitno, Kapolsek Kediri Kota. (res|aro)

bagikan artikel ini.Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0