Didatangi Dua Menteri, Ponpes Lirboyo Akan Menjadi Pilot Project “Santri Preneur”.

Tribratanews Polresta Kediri –  Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan meminta  santri di Ponpes Lirboyo Kediri  tidak hanya belajar mengaji dan pendidikan umum, namun  juga menguasai teknologi. Dengan menguasai  teknologi dan juga  agama maka membuat mental mereka lebih baik dari yang lain

 

Hal tersebut disampaikannya Luhut  saat melakukan kuliah tamu di Aula Al Muktamar  Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Kegiatan yang dihadiri 1.000 santri ini juga dihadiri oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaefullah Yusuf dan KH Zainuddin Djazuli Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso Mojo Kediri.

 

Menurut Luhut, saat ini teknologi sudah berkembang sangat pesat, hal tersebut sesuai dengan harapan Presiden Jokowi dalam membangun bangsa. Bahkan saat ini teknologi sudah berjalan sendiri, hanya tinggal kesiapan sumber daya manusianya dalam menguasai teknologinya bagaimana.

 

“Saat ini teknologi menjadi sesuatu yang sangat penting dan kebutuhan yang tidak bisa dihindari, untuk itu selain mengaji, para santri harus juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini guna memajukan bangsa dan mengembalikan kejayaan santri serta pondok pesantren, ” kata Luhut di hadapan para santri.

 

Dicontohkan Luhut, awal Desember awal 2017 kemarin dirinya diperintah Presiden Jokowi ke Doha ibukota Qatar untuk bertemu dengan Emir – Tamim bin Hamad Al Tsni .

 

Menurutnya , terakhir ke Qatar 12 tahun lalu . Qatar yang hanya berpenduduk 2,6 juta telah melakukan reformasi besar-besaran dan terbuka melihat dunia.

 

“Inkam  per kapita 60 ribu dolar, jauh lebih besar dari negara-negara lain. Sementara penduduk hanya   2,6 juta . Meski maju hasil dengan pembicaraan Presiden Jokowi, Emir minta kerjasama dengan Indonesia mulai dari bidang pertanian , persenjataan dan   dan perikanan,” tambahnya.

 

 

 

 

 

Ditegaskan Luhut, para santri lirboyo adalah pemimpin masa depan. Oleh karena itu harus dipersiapkan sejak awal. Antara lain harus menjadi orang yang benar dan menjadi contoh bagi lingkunganmu, Intelektual, memliki hati dan juga keimanan.

 

 

Menyambut tantangan dan ajakan Luhut, KH Ani’m Falahuddin Mahrus, salah seorang pengasuh Ponpes Lirboyo , sekaligus anggota DPR RI menyatakan bahwa di Ponpes Lirboyo, selain belajar mengaji dengan menggunakan kitab kuning juga siap “melek” teknologi dan pengetahuan IT guna ikut membangun bangsa dan negara.

 

“Inilah santri Lirboyo  pak Luhut, jumlahnya ribuan, selain mengaji kitab kuning, kami juga telah menggunakan dan siap dengan kemajuan teknologi,” ucap Gus An’im yang diamini ribuan santri.

 

 

Tak hanya Luhut, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Golkar ini  juga sempat memberikan sedikit motivasi kepada santri agar berlatih dan belajr, karena dalam waktu dekat, Ponpes Lirboyo Kediri akan menjadi ponpes kesekian yang menjadi pilot project “Santri Preneur”.

 

“Saya dalam waktu dekat akan menjadikan Ponpes Lirboyo menjadi pilot project santri preneur selanjutnya sehingga para santri dapat ikut bersaing dalam dunia industri,” Jelas Airlanngga

 

Usai memberikan kuliah umum, Luhut Binsar Pandjaitan bersama dengan Airlangga Hartarto dan Wakil Gubermur Jawa Timur, Syaefullah Yusuf meninggalkan lokasi Lirboyo untuk kmbali ke Jakarta. (res|aro)

 

 

bagikan artikel ini.Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0