Apel Pergeseran Pasukan PAM TPS Pemilu 2019, Polresta Kediri Siap Amankan Pilpres dan Pileg

Tribratanews Polresta Kediri –  Giat apel pergeseran pasukan pam TPS Pemilu 2019 dalam rangka Ops Mantap Brata Semeru 2018 digelar di Mapolresta Kediri, Senin 15 April 2019.

 

 

Dalam sambutannya Kapolresta Kediri menjelaskan TNI – Polri siap mengamankan Pilpres dan Pileg hingga ke TPS. Dijelaskan AKBP Anthon Haryadi sebanyak  602 anggota Polri diterjunkan  terdiri dari 402 personi;  Pam TPS dan 200 pers Satgas operasi. Untuk TNI sebanyak  212 personil  Babhinsa yang tersebar di masing-masing desa / kelurahan. Dan Linmas sebanyak  4.060 personol yang  tersebar di tiap-tiap TPS masing-masing 2 Linmas.

 

 

“Selain Personil yg terlibat langsung Pam TPS, kita juga sudah  menyiapkan pasukan cadangan (POWER ON HAND) yang sewaktu-waktu dibutuhkan siap bergerak,” kata AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H, Kapolresta Kediri.

 

Pasukan cadangan yang disampaikan Kapolres tersebut antara lain  1 SSK TNI Kodim 0809 Kediri, On Call di Makodim. 1 SSK Brimob, On Call di Mako Kompi Brimob. 1 SSK Kompi Kerangka Polres Kediri Kota On Call di Mapolres .1 SSK Sat Pol PP, On Call di Pemkot, serta dan  3 SST Gabungan TNI, POLRI, BRIMOB, SATPOL PP dan Sub Den POM yang selalu Mobile di 3 Rayon, baik menjelang, pada saat dan pasca pungut dan hitung suara.

 

 

 

 

Seperti diketahui data terkait pemilu 2019 di wilayah  hukum Polresta Kediri  yakni jumlah DPT : 427.455 , jumlah TPS : 2.030 dengan  rata-rata jumlah pemilih per TPS antara 200 – 250 pemilih

 

 

“Satu hal lagi yang harus kita antisipasi adalah waktu penghitungan dan rekapitulasi yang mungkin bisa sampai malam hari.Sehingga perlu disiapkan penerangan yang  cukup serta stamina seluruh penyelenggara pemilu termasuk seluruh petugas keamanan baik TNI, POLRI dan Linmas yg prima,” tambah AKBP Anthon.

 

 

Ditambahkan ,selaku Kapolres Kediri Kota, saya tekankan kembali akan komitmen TNI – Polri untuk senantiasa menjaga netralitas serta menjamin penyelenggaraan pemilu tahun 2019 dapat berlangsung dengan aman, lancar dan damai.

 

:TNI-Polri selaku institusi yang bertanggungjawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilu Serentak tahun 2019.Apabila menemukan adanya gangguan keamanan yang akan menghambat jalannya proses demokrasi ini, harus dengan segera mengambil tindakan tegas sesuai dengan prosedur dan aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

 

Tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya Pemilu serentak Tahun 2019.

 

“Sebagaimana diamanatkan dalam UU Pemilu Nomor 7 Th 2017, pasal 531 disebutkan “Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan, menghalangi seseorang untuk memilih, membuat kegaduhan, atau mencoba menggagalkan pemungutan suara dipidana paling lama 4 tahu  dan denda maksimal Rp 48 Juta,” ujar mantan Kasat Lantas Polresta Kediri ini.

 

 

Beberapa persiapan H-2 Pilpres dan Pileg berikut cara bertindak dalam pengamanan tahap Pungut suara, antara lain : Selasa 16 April 2019, pukul 08.00 secara serentak seluruh personil yg terlibat Pam TPS melaksanakan apel di Mapolsek masing-masing dipimpin Kapolsek, diikuti oleh petugas KPPS, Linmas, Babhinkamtibmas, Babhinsa, serta seluruh Padal pam TPS. Tujuanya dengan maksud agar saling mengenal sehingga mempermudah koordinasi di lapangan nantinya.

 

 

Selesai Apel dilanjutkan giat silahturahmi ke Tokoh-tokoh Formal dan informal, lakukan pengecekan tempat penyimpanan kotak suara terakhir (PPK), lakukan peninjauan dan pengecekan lokasi serta kesiapan masing-masing TPS.

 

Melakukan koordinasi dengan RT/RW untuk melaksanakan siskamling bersama ke TPS dalam rangka menjaga kondusifitas keamanan lingkungan setempat

 

AKBP Anthon juga menitipkan petugas yang mengikuti apel yakni pada saat pungut suara yaitu pada hari Rabu, 17 April 2019, harus dipastikan seluruh petugas keamanan dan penyelenggara pemilu, serta seluruh logistik pemilu, sudah lengkap dan siap melayani masyarakat yang akan melaksanakan pencoblosan.

 

Kemudian pada saat pungut suara dan rekapitulasi hasil pungut suara selesai, harud dilakukan pengawalan kotak suara hasil pungut suara dari TPS ke PPK serta lakukan pengamanan dan penjagaan di PPK

 

 

“Yang pertama , pahami bahwa tugas pengamanan Pemilu serentak Tahun 2019 ini adalah kehormatan dan kebanggaan yang tidak dapat dinilai dengan apapun,  sekaligus menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan balasan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa bila dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas,” jelasnya.

 

Kedua,  Jalin sinergitas antara unsur pemerintah, TNI-Polri, dan seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan keamanan dan kelancaran pelaksanaan tugas;

 

 

Ketiga, segera kenali, cari, temukan dan atasi serta netralisir potensi kerawanan yang ada agar tidak berkembang dan menggangu penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019;

 

Keempat, tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku tehadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu kelancaran Pemilu Serentak Tahun 2019;

 

Kelima, Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus mampu ikut serta menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan menyebarnya berita-berita hoax serta lakukan berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh pemuda serta tokoh masyarakat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya . (res|aro) Foto : Humas Polresta Kediri


 

 

bagikan artikel ini.Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0