Apel Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Warga eks-Lokalisasi Semampir

2Tribratanews Polres Kediri Kota – Senin pagi (5/12) menggelar apel pelaksanaan pengamgaman aksi unjuk rasa warga RW 05 Kelurahan Semampir. Semua fungsi dilibatkan dalam aksi warga yang menolak dilakukannya penggusuran eks- Lokalisasi Semampir.

 

6“Apel dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol I Ketut Mudita. Pengamanan ini sedikitnya melibatkan 19 personil pawas dan padal, 1 SST Sat Sabhara, 16 personil Sat Lantas, 27  personil pengamanan tertutup dari intelkan dan reskrim, 3 personil Sat Binmas, 6 personil Sat Narkoba, 26 pengmanan dari Polsek Kota, 21 personil Polsek Mojoroto , 21 personil Polsek Pesantren, serta 1 SST negosiator polwan dibawah kendali Ipda Darwati,” kata AKP Anwar Iskandar, Kasubag Humas Polres Kediri Kota.

 

5Seperti diketahui saat ini di eks-Lokalisasi Semampir terdapat  227 bangunan yang dihuni  261 KK atau  680 jiwa. Rata-rata dari bangunan yang ada oleh penyewa sudah  dipindah tangankan. Kondisi bangunan hampir semua sifatnya permanen bahkan ada yang tingkat.

 

“Kita juga sudah memberikan bantuan paket sembako, juga pelatihan-pelatihan diantaranya tataboga, tatarias, pembuatan makanan minuman, konveksi, sablon, pembinaan dan pembentukan koperasi dan pelatihan tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun 2014. Juga memberikan bantuan mesin-mesin  untuk  alih profesi.Kami juga memberikan bantuan biaya hidup selama 15 bulan sejak tahun 2014 hingga 2015,” kata Budwi Sunu Hernaning Sulistyo Sekda Kota Kediri.

 

 

4Masih menurut Budwi  pihak pemkot akan melakukan iventarisir dengan pengosongan lahan pemkot,” Alasan utama kami lakukan ini karena masyarakat menyampaikan aspirasi bahwa hampir semua warga Kota Kediri tidak setuju dengan adanya lokaslisasi di Semampir.Adanya perda dari Gubernur Jatim Nomor 460/7705/031/2014, tentang penanganan dan penutupan Lokalisasi WTS. Menghilangkan dampak negatif dari adanya lokalisasi,” tambahnya.

 

Pemkot Kediri sendiri per hari ini  10 November 2016 akan memberikan   surat pemberitahuan pengosongan lokasi hingga tanggal 25 November.

 

“Dan jika tidak dilaksanakan akan layang surat peringatan pertama. Kedua tanggal  5 Desember 2016 dan surat peringatan ketiga tanggal 7 Desember 2016. Dan jika tetap bertahan  akan dilaksanakan surat pengosongan atau eksekusi pada tanggal 10 Desember 2016. Dan kami mohon jangan  sampai ada eksekusi tersebut dan mohon adanya kesadaran warga,” imbuhnya.

 

 

Sementara itu Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam sambutannya menyatakan penutupan eks-Lokalisasi Semampir ini  ini menjadi masa depan yg baik bagi Kota Kediri dan masa depan generasi penerus  dimasa mendatang.

 

“Perlu digarisbawahi  di lokasi yang digunakan sebagai Lokalisasi Semampir ini adalah milik Pemkot, ijin sewanya disalahgunakan yakni  untuk lokalisasi. Dan tahun 2014 lokasilasi dilarang oleh pemerintah. Karena menjadi kesepakatan bersama tolong kami mohon dilakukan pengosongan sendiri dan itu merupakan perintah dari gubernur dan tidak disewakan lagi,” kata Walikota Abdullah Abu Bakar.

 

Walikota berharap masalah Semampir adalah kepentingan bersama oleh karena itu harus juga diselesaikan secara bersama – sama.

 

Acara berakhir dengan pemahaman bersama yakni warga  warga RW 05 memahami dan menerima dengan penggusuran tersebut.

 

Sementara itu Kapolres Kediri Kota AKBP Wibowo, S.IK dalam arahannya di hadapan pejabat utama dan perwira di Gedung Rupatama Polres Kediri Kota pada Rabu pagi (9/11) menyatakan siap mengawal langkah – langkah penutupan eks-Lokalisasi Semampir.(res) | Fotografer : Didik H | Humas

 

“Bersama Menjaga Kamtibmas- KEDIRI MENANG”

#panjalujayati

 

bagikan artikel ini.Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0