700 Umat Kristen Ikuti Misa Natal di Gereja Tua Puhsarang Kediri

Tribratanews Polresta Kediri- Seluruh umat kristiani di Dunia melaksanakan perayaan Misa Natal pada hari ini. Di Kabupaten Kediri, perayaan natal salah satunya di Gereja Tua Puhsarang di Kecamatan Semen. Semua jemaat khususnya yang beragama Kristen Khatolik yang jumlah 700 orang mengikuti misa di gereja bersejarah ini.

 

 

Romo Desare Prasetiyo Ambarde memasuki tempat Misa dengan melalui gapura lonceng gereja.Te ma yang diangkat dalam Perasaan Misa Natal kali ini adalah ‘Hendaklah Damai Sejahtera, Kristus Memerintah Dalam Hatimu’. Prosesi Misa berlangsung, Romo Prasetiyo begitu dipanggil dengan suara merdu melamntunkan puji-pujian dan diikuti oleh Jemaat.

 

 

Romo Prasetiyo juga memberikan sakramen pembabtisan yaitu, Sakramen pertama yang diterima oleh seseorang yang hendak menjadi anggota Gereja Khatolik, atau pembebasan penerima sakramen dari dosa asal, serta semua dosa pribadi dan dari hukuman akibat dosa-dosa tersebut.

 

 

Selanjutnya Kotbah dari Romo Prasetiyo mengatakan “Ada seorang anak yang duduk di kelas 3 SD, yang sering kali dipinggirkan oleh teman-teman sekelasnya, karena dia anak orang yang tidak mampu dan pandai atau miskin. Bahkan tidak menarik, bagi teman-teman sekelasnya. Dia memang berasal dari keluarga yang sederhana, sedangkan teman-teman sekelasnya berasal dari keluarga yang mampu atau berada,” kata Romo.

 

 

Masih katanya, pada suatu masa Natal, sang guru menyuruh anak didiknya untuk membuat gambar peristiwa kelahiran Yesus. Mereka semua diminta menggambar Bayi Yesus di palungan. Sesudah menyelesaikan gambarannya, anak-anak diminta untuk menunjukan gambarnya dan menerangkannya kepada teman-temannya. Dan seriap anak mendapat giliran.

 

 

“Mereka semua sudah menunjukan gambarnya juga bergantian menerangkan gambarnya hanya ingin mendapatkan pujian dari gurunya. Kemudian anak yang dipingit atau diasingkan dan diremehkan, karena duduknya dibangku pojok paling belakang jadi memperoleh giliran terakhir, sebetulnya dia malu untuk menunjukan gambarnya, karena didesak dan dirayu oleh sang guru, akhirnya dianak dengan perasaan takut menunjukan hasil gambarannya,” tambahnya

 

 

Akhirnya sianak dengan malu dan takut menunjukan hasil gambarannya di depan kelas. ernyata gambarannya ada duya bayi. “Hayoo gambare sopo sing siji (hayoo gambar siapakah yang satunya),” kata Romo memberikan pertanyaan kepada anak-anak peserta misa. Lhooo aku sing betul yaitu dirinya sendiri. Suasanapun menjadi semarak.

 

 

Ternyata bayi yang satunya selain Yesus adalah dirinya sendiri. Saat ditanya sang guru ini gambar siapa dijawab Yesus dan Saya. “Gambar ini bagus dan mempunyai arti yang mendalam. Betapa bermaknanya kalau kita melihat lukisan itu, keunikan pada lukisan itu bisa kita rasakan didalamnya ada keresahan, kesepian karena merasa dipinggirkan dan merasa gelap tidak punya tempat lagi dimata teman-temannya,” beber Romo.

 

 

Kata Romo, dia (si anak) ingin mendampingi Yesus. Saat ini banyak bahkan berjuta-juta orang seperti anak yang digambarkan tadi. Anak yang merasa dilema, sendirian, kesepian, dengan adanya teknologi peradapan jaman yang semakin berkembang dan maju kita akhirnya menjadi orang-orang yang individual, menjadi orang-orang yang anonym, sehingga tidak memperhatikan sesame kita.

 

 

“Sekecil apapun terang, dia sanggup mengusir kegelapan, gelap itu tidak ada didunia ini yang ada hanya terang saja, gelap itu ada apabila terang itu tidak ada, dimana ada terang disana juga gelap tidak ada, jadi disitu juga ada Kristus, ada kasih dan ada kebaikan, ada pembenaran, kesetiaan, kehormatan dan kemuliaan jadi kegelapan tidak aka nada dan tidak akan bisa menguasai kita,” katanya.

 

 

Acara demi acarapun dilaksanakan dan juga anak-anak kecil memberikan persembahan atau kado kecil di untuk kanak-kanak Yesus di Kandang Natal. Kegiatan ini mendapatkan pengamanan dari TNI dan Polri.

 

 

Menurut Kapolsek Semen, AKP Karyoko, jumlah personil pengamanan Natal dipimpin Kapolsek dan Danramil Semen, sebanyak 43 personil. Terdiri dari Polri, 25 dari Brimob, 2 dari Koramil, Pospam 8, Polwan 3, dari Mahtub ada 2 dari Polsek Seman dan 2 dari Polres Kediri Kota, 1 dari Kodim 0809, untuk pengamanan didalam geraja 13 personil, selama kegiatan berlangsung bisa terlaksana dengan aman, tertib, lancar dan kondusif.

 

 

“Saya bersama dengan rekan rekan Pengamanan mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2017, Sejahtera, Damai dan Kondusif, Yessss“ tambahnya , selain itu juga ada yang datang dari Paroki Surabaya aslinya dari Flores bersma dengan keluarga ingin merayakan Natal di Gereja Tua Puhsarang keluarga Beknidiktus dan Rafael. (res|an).

 

 

 

bagikan artikel ini.Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0